Suara Yang Tak Didengar PDF Print E-mail
Sambil memegang tanganku dan sesekali menatap Armando, ia berkata padaku:"Ibu harus lebih realistis dalam memberikan apa yang dibutuhkan Armando. Mengapa tidak membawa Armando ke tempat anak2 yang sama sepertinya saja? Saya hanya takut dia tidak akan mampu beradaptasi di sini. Bagaimana dia akan bisa berinteraksi dengan anak-anak lainnya di sini? Ia bahkan tidak mampu berkomunikasi. Saya rasa Armando dan ibu bisa mendapatkan yang lebih baik di tempat yang sesuai dengan keadaannya dibanding bila ia di sini". Aku hanya bisa tertegun mendengar ucapannya...Pupus lagi sebuah kesempatan bagi Armando untuk dapat bersosialisasi dengan anak2 sebayanya yang "normal"...Bagaimanapun halusnya diucapkan, tetap saja aku bisa merasakan penolakannya dan keengganannya untuk menerima Armando di situ. Aku tahu, memang tak mudah bisa membawa Armando bersosialisasi dan menempatkan dia di tengah masyarakat yang menyebut dirinya "normal". Sudah sering aku disarankan untuk membawa Armando ke lingkungan yang katanya sesuai dengan keadaan dirinya...seakan berada dalam lingkungan bersama mereka yang "normal" bukanlah tempat yang pantas bagi dirinya. armando

Aku memohon untuk diberikannya kesempatan untuk mencoba terlebih dahulu dan menjelaskan padanya bahwa meski Armando tidak bias berbicara seperti anak2 pada umumnya, ia tetap bisa merasakan dan memberikan reaksi pada apa yang terjadi di sekitarnya...Ia memang tidak bisa bicara dengan suara, tapi ia tetap punya hati yang bisa berbicara... Namun, itu rupanya tidak cukup untuk bisa membuat Armando diterima di situ. Ya...mereka yang "rapuh" seperti Armando memang seringkali begitu mudah terlihat...tapi tak didengar...

Hari ini, sekali lagi aku kembali ikut merasakan dan belajar lagi bersama Armando, bagaimana harus hidup dalam sebuah "kerapuhan"... karena selama ini aku telah bergabung dan berjalan bersama Armando sebagai sebuah kesatuan meski kami masing2 punya pribadi dan cerita2 sendiri yang unik...Aah...kerapuhan yang menyerang tubuh ternyata dapat juga menyerang jiwa... meyerang dan meruntuhkan kualitas sebuah kehidupan... Pandangan orang mengenai kehidupan Armando yang rapuh, untuk bisa hidup "normal" dalam dunia yang "normal" selalu saja mendapatkan tantangan...karena dalam mata banyak orang, seringkali Armando dianggap identik dengan kerapuhan itu sendiri.

Mereka yang pernah "terpukul" seperti ini tahu bagaimana frustrasinya di-marginalkan, dijauhi dan disingkirkan oleh sikap2 dingin seperti itu... Kami seringkali hanya diberikan sekeranjang keraguan mengenai kemampuan kami, pilihan2 langkah hidup kami...dan sering, krisis kepercayaan yang kerap menyertainya bisa menular, menjalar ke seluruh bagian dari diri kami dan membuat kami bertanya mengenai apa arti keberadaan kami...Ternyata, dengan tubuh yang "rapuh", seluruh sendi kehidupan jadi dipertanyakan...dari kemampuan untuk berkarya sampai kemampuan untuk bisa membangun sebuah hubungan dengan orang lain...

armando2

Kadang kami terjerembab jauh ke bawah, dan kami kehilangan kendali... Akan tetapi, kami tetap mencoba berjalan...bahkan, seringkali harus dengan melipat gandakan usaha kami....karena...apa lagi pilihan kami?Dalam perjalanan pulang, Armando berulang kali memberikan bahasa isyarat "boy" dan "girl" padaku....Rupanya ia bingung dan bertanya mengapa ia tidak jadi bermain dengan anak2 yang berada di tempat yang baru saja kami tinggalkan itu...Kucoba menahan gejolak di hati dan memohon padaNya untuk sekali lagi menguatkan kami...karena bagaimana kami akan bisa menemukan jalan dan kekuatan untuk bias berdiri lagi dan melanjutkan perjalanan tetap adalah sebuah misteri bagiku...karena pada akhirnya, bagaimanapun banyaknya orang yang berada di sekeliling kami, kami harus berjalan sendirian...

Teman-teman kami dan orang2 yang kami cintai memang ada di dekat kami, memberikan kasih dan dukungan. Akan tetapi, keberanian untuk mau terus melangkah tetap harus datang dari dalam diri kami sendiri...Ya...Armando memang tak bisa berbicara. Namun, ia tidak serapuh yang sering dibayangkan banyak orang...
Sekali-kali cobalah untuk mendengarkan suara hatinya...Senandungnya memang sering terdengar lembut dan seakan ia sedang bernyanyi untuk dirinya sendiri...
Tapi, bila kita memilih untuk mau mendengarkan, ia sebenarnya sedang bernyanyi untuk kita juga.... Sungguh... ia sering berbicara...dengan suara yang seringkali tak didengar...

 
 
 
 
 
 

Image Slide Show

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday9
mod_vvisit_counterYesterday31
mod_vvisit_counterThis week124
mod_vvisit_counterThis month412
mod_vvisit_counterAll6781